Cerita Seks Kenangan Di Malam Natal

Diposting pada
loading...

Seks Kenangan Di Malam Natal” Yang Panas Serta Dengan Gambar Bokepny.

Cerita Sexs – Pertama-tama saya ingin memperkenalkan namaku sebagai Alex dan kisah tak terlupakan ini terjadi pada hari ini di mana orang kristiani sedang sibuk untuk hari natal keesokan … lain-lain dan saya menemukan Natal dengan caraku sendiri bersama kekasihku Novi dan teman baikku yang bernama Trisno di malam natal 2000.

Cerita Seks Kenangan Di Malam Natal

Bercinta Dengan Gadis Beijing

Waktu bertemu Novi memakai pakaian blus kaos ketat Anda bisa melihat dan panjangnya sampai tengah pahanya. Paha putih mulus akan terlihat jelas, blus berwarna hitam putih berbahan dan di bagian atas model tali yang terkait ke bahunya.

Blousenya itu mencetak tubuh yang jelas dan buah dadanya yang membutuhkan 36B dan dari bokongnya yang membentuk bulatan penuh menyerupai gunung kembar yang terlihat dalam bentuk kecil dan mungil tercetak di blus bagian belakangnya, paha putih mulusnya jika sedang duduk terlihat celana dalam ruangan yang tepat hitam sangat seksi malam ini.

Trisno tersenyum senang melihat bertemu Lihat Novi terlihat seksi kulihat dia beberapa kali tergelincir ke Novi dan mencampur kami bertiga berjalan dengan mobil dia beberapa kali berbicara dengan Novi sambil membalikkan gerak ke belakang oleh Novi duduk di belakang bilangan Harmoni.

Kita memang ingin santai terutama untuk menghilangkan stres akibat pekerjaan, bernyanyi dan tertawa di ruang tertutup tentu lebih enak dan puas. Memang betul, dicoba saja, dan Anda tidak tahu, Anda tidak bisa melakukan itu karena Anda tidak tahu apa-apa, dan Anda tidak bisa melakukannya untuk melakukan pekerjaan, teriak-teriak saja boleh kok! asal teman anda jangan pada budeg saja jadinya.

Kami bertiga masuk keruangan VIP room di VIP ini ada kursi mebel yang panjang membuat huruf U kamar tidur dan kamar mandi dalam lengkap. Setelah memesan makanan dengan satu picher bir dan nasi goreng berikut kentang goreng plus kacang mede, kami bersama dan kadang-kadang sendiri diselang-seling dengan dansa bertiga dan joging pokok pokoknya semua bahagia.

Setelah selesai dan minum kembali setelah melihat suasana telah terjadi antara Trisno dan Novi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, katakanlah untuk melihat ke bawah, kata-kata untuk mengambil rokok, padahal tinggal pesan saja ke kamar kecil dapat di antar ke kamar.

Selain itu, juga sudah cukup lama bagi mereka yang cukup nyaman untuk lebih mengakrabkan suasana yang ada. Ini terlihat beberapa kali Trisno berusaha lebih dekat ke Novi dengan posisi duduk di antara kami.

Trisno kadang dengan ragu-ragu pundak Novi Novi Novi merebahkan badannya ke sofa, kadang-kadang dengan pura-pura bercanda sampah di paha Novi dan Novi juga terlihat canggung, kadang-kadang mencubit paha Trisno kadang merebahkan kepala dan badannya ke pundak Trisno dan kepadaku juga dia melakukan hal itu.Akhirnya, “Aku ke bawah dulu ya… mau ambil rokok di mobil.

“Kataku. Kulihat Trisno tersenyum, “Saya kalau bisa Marlboro …” kata Trisno. Novi hanya tersenyum, “Yaa sudah saya cariin deh kalau ada warung rokok di seberang jalan,” kataku memberi syarat keompok untuk waktu yang memungkinkan mereka untuk mengakrabkan suasana yang ada karena termasuk Novi adalah kekasihku dan Trisno adalah teman baikku yang telah kuanggap sebagai saudaraku sendiri.

Aku keluar dan segera mengambil rokok di mobil dan melanjutkan naik ke atas. Aku tidak bisa masuk ke dalam, tapi karena kulihat pintunya yang sebagian tengahnya dari kaca gelap saya dapat melihat ke dalam. Aku ingin tahu apa mereka sudah akrab kembali? Kebetulan di lantai atas suasananya sepi dan dari luar kaca Itu saya dapat melihat ke dalam, karena di dalam itu lampu dalam keadaan hidup sementara di luar dalam keadaan gelap.

Biasanya di dalam dimensi dan hanya diterangi dari cahaya TV yang menyala.Kulihat Ternyata posisi Trisno telah berubah sekarang. Mereka terlihat sedang saling berpelukan mesra. Kulihat tangan Novi melingkar ke belakang leher Trisno, sementara tangan Trisno juga memeluk pinggang Novi. Trisno sedang mencium bibir Novi dan isikan membalas dengan menengadahkan ke atas.

Mereka saling melumat, terlihat dari gerakan kepala Trisno dan Novi yang saling bertukar posisi dengan sayap dan kanan dengan penuh warna di bagian tengahnya.Setelah cukup lama kemudian tangan Trisno mulai merayapi lekuk lekuk tubuh Novi.

Kadang-kadang render meremas bongkahan bokong Novi dan melayu ke atas dan sampai ke gundukan bukit buah Novi dan dengan remasan panjang kemudian membuat gerakan dan memutar seperti memijat.

Ketika Novi menengadahkan ke depan segera Trisno menundukan kepala ke gundukan buah dada Novi dan melakukan gerakan mencium buah dadanya dari luar blouse sambil mengecam Novi Novi. Dari luar, tangan Trisno menarik tali di kiri dan kiri untuk menarik karena dia tidak memakai BH.

Maka tersembulah buah dadanya bagian kiri dengan daging yang putih mulus dengan putingnya yang telah mengeras di muka Trisno. Dengan perlahan lidah Trisno menyapu gundukan dada buah Novi dan kadang menghisap pelan puting Novi.

Kulihat Novi memejamkan matanya dan mulutnya terbuka. Aku tidak bisa sama sekali mendengarkan erangan dan desahan karena di luar itu kedap suara dan juga suara-lagu yang terus berputar di luar itu. Tapi itu tidak perlu keinginanku untuk terus melihat dari luar tanpa upaya untuk masuk ke dalam kamar karena aku sudah berjanji untuk Trisno bahwa aku akan membagi semua milikku, termasuk orang lain dan aku akan berbicara lagi bagaimana Trisno juga memberikan adiknya kepadaku.

Novi sudah birahi, dia menggelinjangkan badannya yang sedang trisno terus menghisap putingnya. Sementara tangan kanannya mengangkat pinggul Novi ke atas dan Novi dengan gerakan tangan Trisno yang mengangkat blus ketat Novi ke atas.Blus itu berhenti di atas pinggulnya. Sebagian dari pinggulnya yang putih mulus itu sudah ada di dalam genggaman tangan Trisno.

Tangan itu terus mengusap dan membelai paha jenjang, sementara celana dalam hitam Novi yang terlihat jelas dan gundukan daging liang kemaluannya tercetak di kain penutup celananya juga terlihat remang-remang bulu-bulu itu dari dalam celana dalam mini Novi.

Tangan Trisno yang pergi kulihat kembali re jins celana jinsnya dan kulihat untuk mengeluarkan kejantanannya yang nyata telah menegang dan orang-orang tua.

Membawa mereka ke arah itu, dan secara langsung dapat mengikutsertakan batangan itu ke atas dan bawah terus menerus memberikan rangsangan kepada lawannya masing-masing. Tangan Trisno kadang meremas bongkahan pantat Novi dan meremas pinggul Novi.

Sementara Novi terus mengurai otaknya keatas. Mereka melakukan itu. Kurasa mereka berdua saling mendesain dan mengerang dari gerakan bibir dan mulut Trisno dan Novi yang kadang terbuka dan tertutup.

Kadang-kadang mereka saling berbicara diselingi ciuman mesra layaknya orang-orang bercumbu penasaran dan cemburu pasti ada pada diri tetapi juga untuk melihat lebih banyak lagi di otakku saat ini.Blus Novi, tali dipundaknya telah dipindahkan kedua-duanya ke bawah blus milik yang terlingkah di tengah badan Novi, bibir dan lidah Trisno berganti-ganti masalah dan melumat dada. Novi kiri dan kanannya mengerang dan menggelinjang badannya.

Kulihat Trisno mengatakan sesuatu ke Novi dan tangan Trisno mengangkat Novi ke pangkuannya kulihat Trisno duduk menyandarkan badannya ke belakang.Sementara Novi duduk di pangkuan Trisno, dengan mesranya tangan Trisno meremas bongkahan pantat Novi sementara saling berhubungan dengan tangan dan kadang-kadang Trisno keduanya meremas kedua bagian dada Novi dan Novi pun karena terangsang mulai menggerakkan relaksasi pinggulnya maju mundur.

Rupanya batang kemaluan Trisno tengah digesek-gesekkan ke belahan kemaluannya karena masih ada celana yang cocok, tapi aku juga tidak ada yang menggugah selera.

Tak kumengerti kenapa Trisno tidak bisa membuka celana dalam yang lebih kecil dan lebih menarik atau menggeser sedikit tutupan kecil untuk belahan belakang Novi, maka liang kemaluan Novi akan terbuka di hadapannya dan tentu saja tempat ini bisa menerobos belahan liang kemaluannya.

Trisno masuk ke dalam celana Novi di bagian pantat dan hanya dengan menggeser foto keliling pada pantat Novi.Jemari Trisno dengan leluasa meremas bongkahan pantat Novi.

Saya hanya bermasturbasi ria sambil menonton fotografi yang menggairahkan itu. Novi terus bergerak di pangkuan Trisno, kedua rekreasi merangkul leher Trisno Brandenburg bukit buah Noviesta di muka Trisno. Sementara gerakan pantatnya maju mundur memberikan gesekan pada belahan itupun kadang-kadang tertunduk dan membuat bukit dadanya melawan muka Trisno saat itu Trisno memberikan sapuan pada bukit tersebut dengan lidahnya.

Pada saat kekerasan terlempar ke belakang, Trisno meremas-remas dada itu dengan tangan kanannya melakukan gerakan memuntir perlahan-lahan sambil memasang Novi. Sementara tangan kirinya menyelinap ke belakang bongkahan bokong Novi dan membantu menggerakkan pinggul Novi maju mundur berirama kadang-kadang cepat kadang dengan gerakan lembut.

Lidah dan mulutnya tak kalah sibuk terus melumat dan menjilati sekujur dada, leher dan muka Novi suka mandi kucing. Kurang lebih lima belas menit sama sekali bergerak seperti penari erotis dan akhirnya Novi tidak memiliki ejakulasi dengan keluar udara kenikmatannya, terlihat dari gerakannya yang lambat dan lemas dibahu Trisno.

Trisno berbisik dan kemudian merebahkan Novi ke kursi panjang dengan posisi tetap seperti dalam pangkuan. Maka kompilasi direbahkan ke kursi posisi Novi dalam keadaan tertindih dengan perpaduan yang tetap mengangkang lebar. Sementara kedua paha Trisno berada di antara paha Novi.

Batang kemaluan Trisno dalam keadaan menegang tetap di belahan kemaluan Novi yang membuka celana itu. Tangan Novi memeluk leher Trisno dan bibir mereka kembali saling berpagutan dan mirip saling bertemu. Sementara tangan Trisno tak lepas dari meremas dan membelai dada buah Novi. Lalu Trisno mengatakan sesuatu ke Novi dan kulihat Novi menggelengkan kepala. Yak lama kemudian Trisno perlahan mulai menggerakkan pinggulnya naik turun.Kulihat gerakan itu teratur bergerak naik turun dan kadang balik. Sementara Novi menengadahkan pindah ke atas.

Aku tidak tahu apa yang mereka bersenggama atau hanya eges-eges (gesek gesek) tapi celana dalam Novi tetap berada di tempatnya. Kalau melihat gerakan mereka persis seperti orang bersenggama tapi kok celana itu? Trisno terus bergerak maju balik membuatku penasaran dan batang kemaluanku tegang sendiri.

Memikirkan itu aku panik dan itulah yang kami sebut hanya untuk membuat dia senang dan mengisi kekosongan di dalam suasana BT. Untuk itu aku harus memastikan aku segera membuka pintu, tapi itu mereka tidak mengetahuinya, pasti karena suara yang sangat sulit dan mereka tidak tahu dan merekam adanya kehadiranku di belakangnya.

Dengan berdiri di belakangnya aku bisa melihat jelas Trisno posisinya dengan bersandarkan pada kedua sikunya. Tidak ada hubungan dengan tubuh tapi tidak ada hubungan dengan mereka. Sedangkan bagian bokong Trisno terus melakukan gerakan memajukan dan menarik pantatnya.

Kulihat Novi mengerang dan mendesah perlahan, tapi aku tidak bisa melihat apakah celana dalam Novi digeser kain menutupi bagian depan liang kemaluannya atau tidak karena terhalang oleh tubuh Trisno yang tinggi besar, dan memang celana itu tetap berada di tempatnya hanya merosot sedikit ke bawah.

Terlihat tali itu tidak lagi berada di pinggangnya tetapi telah berada di pinggul.Penasaran melipatgandakan mereka SELAMATKAN mereka hanya menggunakan gesek, maka aku akan kembali ke kamar tidur lebih banyak lagi selama aku memberontak.

Ketika sudah tenang otakku akhirnya kupanggil Novi ke dalam, “Novvv …” kataku.Tak ada jawaban, “Novvvvv …” kataku lagi.“Yaa…” kata Novi menjawab.

Aku rasa lain, aku kaget kalau aku ternyata di dalam. Novi ke dalam dan tersenyum malu dengan wajah merah. “Apa sayang…” kata Novi sambil memelukku. “Kamu tadi ngapain…” kataku menyelidik sambil melihatnya gemas. “Kamu kan lihat sendiri …” kata Novi.

“Kamu tidur disini …” kataku menarik dia rebahan di tempat tidur. Tanpa buang waktu buat dia belum rebahan kulepas baju kaosnya. Tinggal di dalam mininya.Perlahan kujilati buah dadanya, terasa wangi permen menthol. Memang di depan tersedia permen, tapi terus saja kulumat putingnya.

Dia mengerang dan rupanya dia tidak sabar, segera menarik kaosku ke atas dan segera lepas celana panjang dan celana dalamku. Rupanya Pemanasan yang dilakukan tadi di luar bersama Trisno juga lama ingin berkeinginan untuk bersenggama. Kejadian yang sudah menegang segera dipegangnya lalu dihisap dan dilumat ke dalam mulutnya.

Kurasa dia begitu terangsang birahinya karena dalam melumatkan semua organku yang ditelannya sampai mentok di tenggorokannya. Kadang-kadang bijiku dihisap dan lidahnya bermain di sekujur batang kemaluanku sampai ke buah zakarku dijilatinya. Lidahnya terus bermain-main di ujung kepala dan menggeser-geser belahan lubang kencing pribadi. Rasanya… “Uuufff aakkhhh…” desahku.

“Gila banget! Kamu sudah konackhh ya .. Ginnn… ”erangku keenakan dan terasa geli kadang meriang (coba saja hal itu dengan pasanganmu pasti meruni itu badan). Gila juga Novi kalau sudah panas dia seperti orang di padang pasir. Habis semua kemaluanku dilumatnya, sesekali kulihat dicelananya ada gumpalan cairan membasahi kain celana penutup belahan kemaluannya, seperti bulatan. Sudahkah banjir dari sebelumnya atau bekas udara mani Trisno? Penasaran aku tanya dia, “Kamuuu tadi gituan yaaa…?” Tanyaku penasaran.

“Emmmhh… emmhhhff…” dia tidak menjawab terus melumat batang kemaluanku lebih kuat lagi. Digigitnya kepala kemaluanku pelan dan gemas, “Akkhhh… gilaaa kamuuu…” kataku. B

atang hatiku mengeras kuat seperti besi balok. Kubelah dia memuaskan hasratnya melumat habis kejantananku dari ujung sampai pangkalnya. Momen ini kunikmati dan segera kubuka celana dalamnya, ternyata kemaluannya sudah basah dan lembab. Saat kubelai belahannya masih terasa rapat, jadi mungkin dia belum sampai kadar itu, pikirku.

“Kamu di atas Nov…” kataku menarik badannya ke atas sip pinggangku. Perlahan dengan menggital yang menggenggam otakku mulai diarahkannya ke lubang kemaluannya. Kepala akunku dengan bibir kemaluannya dan juga membelah bibir yang membuat lebih baik membuat otak lebih baik yang menyusup belahannya.

Terus Gina folder ke bawah pinggulnya dan, “Akhhh…” erang Novi. “Enaaakkk… aduuhhh pelan-pelan, enakkk…” desahnya.“Uufff… yaa enaakk…” desahku keenakan.Pelan-pelan batang kemaluanku makin lama makin ke dalam liang kemaluannya.“Akkkh… masuuukkk… ookkhh kontolllu… akkkggg… ennnakkkk…” erang Gina terpejam.

“Gilaaa… liang kemaluan kamuuu… masih rapat Ginnn…” kataku sambil menghentakkan pinggulku ke atas dan menariknya ke bawah gerakan lambat gerak berulang kali. Setelah beberapa kali dengan gerakan itu, terasa telah dengan bebas dan mantap terkendali kemaluanku menyodoknya. Lama kemudian gerakan batang kemaluanku makin mantap menyodok liang kemaluan Gina.

Dengan sepenuh tenaga kugerakkan pinggulku naik turun tanpa henti sebanyak dua puluh kali membuat Noviting sambil terpejam histeris, “Aaakk .. akhhh .. akkkhh… oohhkkk… aahhh .. uufff… aduhhhh… giilllaa… aahhh… aadduuhh…” terengah Novi.

Sangat bergairah dia dengan gerakanku tangan membalas gerakanku dengan kasar hentakan. Novi segera menghentakkan pinggulnya cepat kadang-kadang dia melakukan gerakan membelah pinggulnya bunyi kedengaran bunyi “Brreeoott… brreettt… brreeeoott…” Rupanya telah banjir sekali di dalam liang kemaluannya tapi dinding kemaluannya tetap menjepit batang kemaluanku. “Luar biasa, gila kamuuu hot bangetttt .. Ginnn …” kataku.

“Gue mauuu yang kuattt… yang kuattt nekannya ahhkkk .. yang panjang kontolnyaa… akkkhh terusss ngentotin kontolnya… akkgg…” erang Novi histeris.Kurasa Trisno juga mendengar erangan, karena pintu kamar tidak bisa masuk, tapi masuk tapi biar saja dia terangsang, pikirku.

Selang lima belas menit ternyata gerakannya makin panas saja. Habis sudah kemaluanku dihisap ditarik di dalam liang kemaluannya. Sementara badannya sudah keringatan, “Aahh… aaahhkkk… uufff… ennaakk…” desah tempat tidurnya. Tapi aku sengaja mengangkat pantatku tinggi-tinggi dan dia menyebabkan kemaluannya terus ke bawah terus pinggulnya berputar-putar “Breeet brett brrett …” Terasa musim panas di sekitar batang kemaluanku.

Kuat juga aku punya dua puluh menit dengan gerakan yang membuat keringat membanjir tapi sampai saat ini belum terasa juga kalau udara maniku akan keluar. Biasanya yaaa dengan gerakan yang seperti biasa paling lama beberapa menit keluar udara maniku. Mungkin karena aku ingin membuktikan bahwa aku juga bisa kuat dari teman baikku.

Yang jelas batang kemaluanku dalam keadan menegang stabil terus dan gerakanku tidak berubah. Kadang-kadang lembut dengan hentakan yang kuat dan kasar dengan gerakan memutar dan mengelusaskan batang kemaluanku terasa seperti membor lubang-lubangnya dan ternyata itu adalah gerakan-gerakan dan hentakan yang kulakukan.

“Giiilaaa .. kamu kuat sekali… tumben tuh… oohh gue puaasss…” desah Novi keenakan dengan tersenyum puas. “Ya sudah lama ya Nov, nggak beginii…” desahku. Karena tidak keluar-keluar juga di air mani, akhirnya kami kecapaian sendiri. Dalam keadaan terengah-engah keenakan kami berhenti tepat. Saya mendesak ke dia, “Bagaimana kalau kita istirahat dulu Nov ..” yang berarti mengangguk setuju dengan muka memerah dan keringat di dahinya menetes.Aku usul lagi,

“Kita keluar yukk… Nov .. kasihan Trisno… sendiri di luar,” kataku. Tanpa bertanya lagi, bukalah, lepas segera batang kemaluanku dari lubang kemaluannya. Rupanya dia juga belum tuntas dan keluar dari kamar berjalan dengan telanjang bulat. Dia keluar sendiri, sebentar aku menjadi bengong.Ternyata tidak ada lagi.

Gillaa! sudah konak dia rupanya. Beraninya dia membaca bulat bersama Trisno di ruang depan. Aku tersentak, pergi ke kamar mandi mencuci kemaluanku yang sudah basah oleh karena udara kenikmatan dari liang desa Novi. Di kamar mandi di belakang Trisno, tentu Trisno terkejut dengan posisi Novi yang telanjang bulat di hadapannya. Setelah cukup lama di kamar mandi membersihkan diri di sekitar pribumi. Perlahan aku keluar kamar dan berdiri di pintu. Kulihat sesuatu yang pernah membuat aku terkejut. Gila! aku jadi terangsang sendiri melihat.

Novi ternyata dalam posisi yang sangat seksi sekali. Mungkin Novi sudah tinggi birahinya. Semangat telah terangsang penuh birahinya dan tanpa malu dan ragu lagi dia dalam posisi menungging. Dalam posisi menungging di atas kursi dalam keadaan telanjang bulat. Terlihat tubuh putih mulusnya dengan lekuk tubuh, bokongnya mulus mulus dan pinggul yang cukup besar pinggangnya yang ramping.

Bokongnya yang tinggi ke atas dan buah dadanya menjuntai bentuk keras bulatan dengan putingnya yang telah mengeras, rambutnya yang hitam dan panjang lurus sebagian tergerai kesampingnya, sebagian lagi yang lebih halus dengan bulu-bulu halus di sekitar pundaknya yang menambah seksi posisinya. Sementara tangan kiri Trisno mengusap dan membelai dan kadang-kadang meremas bongkahan pantat Novi yang sedang menungging itu.Tangan kanan itu meremas buah dada Novi dengan remasan lambat dengan jemari menjepit puting Novi.

Trisno telah menarik celananya sendiri berikut celana dalamnya ke bawah di antara lututnya. Batang kemaluannya terlihat menegang dengan bulu-bulu kemaluan yang berwarna hitam.Sedangkan kepala kemaluannya berwarna merah dengan diameter ukuran botol Aqua 600 ml.

Ukuran batangnya panjang 23 cm, diameter batangnya 6 cm. Terlihat kepala kemaluannya tengah dicium-cium oleh bibir Novi. Asyik menciumi kepala otak dan belahan air kencingnya. Dengan posisi menungging, dalam keadaan telanjang bulat, perlahan-lahan mulut itu mengisap kepala dan batang kemaluan itu. Nggak bisa masuk mulut Novi kepala itu.

Mulutnya harus membuka selebar-lebarnya sejak baru dapat mengulum batang kemaluan Trisno. Perlahan dan tidak lama kemudian terlihat kepala Novi naik turun ke bawah dan kadang lidahnya menjilati batang kemaluan Trisno yang besar.

“Aahh Gooddhhh…” desah Trisno terpejam keenakan. Sementara Novi hanya mengerang karena tangan Trisno terus memberi remasan di sekitar kemaluannya.Terlihat tangan kiri Trisno menyusup dari bawah badan Novi dan berhenti jemarinya kompilasi berada di belahan selangkangan paha Novi. Jarinya bergerak membelai belahan ternak Novi yang sudah basah.Setelah kurang lebih lima menit menyaksikan adegan yang mendebarkan jantung, perasaanku berdebar kencang karena terangsang.

Aku benar tidak sabar melihat adengan itu.Kemaluanku mengeras lebih keras dari yang terjadi pada saat bersenggama di dalam kamar. Dalam keadaan telanjang bulat dengan batang kemaluan menegang saya menghampiri mereka. Kulihat mereka kaget, “Oopppss …” kata Trisno kaget.”Maaf gue nggak tahan …” kataku. Tanpa permisi lagi, kuambil posisi di belakang bokong Novi yang polos dan dengan berjongkok di belakang Novi, mulutku langsung menjilati siswi Novi.

Ternyata Trisno hanya tersentak sedikit tapi dia terus malah mengangkangkan semangat lebih lebar dari belahan kewanitaan Novi itu lebih terkuak terbuka, gitu klitorisnya terlihat dan segera kujilati klitorisnya dan kumainkan lidahku di sekitar klitorisnya. “Aakkhh emhhff ahhh mmhhh aauufff… ahh…” desah Novi dengan berani yang makin cepat naik naik turun di selangkanganku. Sementara tangan saja telah meremas buah dada Novi. Terus kumainkan belahan liang kemaluannya dan kadang-kadang lidahku menerobos masuk ke dalam belahannya terus mengkilik-kilik sekitar klitorisnya yang terlihat memerah.

“Emmhhpp… emmppphh… ahhh…” dia mengerang keenakan. Kurasakan dia menggerakan pinggulnya dengan irama dangdut, yaitu menggerakkan perlahan bokong dan meliuk-liukan badannya dan berkedut-kedut liang kemaluannya, “Emmfff… mmmbhh…” kadang-kadang badannya di atas dengan cara mengatur buah dada Novi ke atas. Saat itu saling berhubungan saling berpagutan desahnya tidak tahan lagi dan terus bergerak, mendorong kepala ke dalam lubang kemaluannya dan perlahan,

“Ahhkkk… aah ahhh… oohhh… ennaakknyaaa…” erang dan merintih dalam kenikmatan kemaluanku masuk perlahan.Tak lama dalam hitungan detik di dalam liang kemaluan Novi yang sudah basah dan hangat dinding liang kemaluannya. “Aahh… aahhh… aahhkk… dorong yang kerass .. ahk yaaa… aahkkk dorong terusss…. yyaa… ahkk tekan yang dalammm… eennaakhh… ”rintih Novi sambil terus mengikuti gerakan pinggulku yang menghentakkan batang kemaluanku ke dalam lubang kemaluannya.

“Bleeppss… sleepss… bleebss… slleeppss bblleppss… slleppsss…” “Aahhh… aahhh aahh eenaaknya… kamuuu… gilaa luaarr biasaa… enakkk ngentotin kamu Giinnn… akkhh…” erangkuiburan terasa seksi batang kemaluan. Dengan posisi kuda-kuda yang sangat mantap kakiku terasa menapak bumi tidak bergeser dalam menggerakkan pinggulku maju mundur pusat yang bisaet menghasilkan bagi batang kemaluan yang terus menggenjot atau menggelegak keluar masuk belahan liang kemaluannya.

Dengan gerakan seperti menyalurkan energi ke dalam tubuh Anda dari gerakan yang kuat untuk gerakan yang tidak bisa dilakukan tetapi telah digerakkan secara keseluruhan melalui pinggulku nafasku dalam satu kali tarikan nafas, saya dapat menghujamkan kemaluanku sebanyak tiga kali atau bisa sampai tujuh kali. Pada saat melepas nafasku, keluar gerakan kulakukan berputar di sekitar pinggulku, sehingga Anda bisa melakukan gerakan berputar dua kali atau berkali-kali di dalam liang kemaluannya.

“Aahkkk… akhh… gilaaa… gilaaa… akkhhh… akhhh… gilaaa… enakk… enaakk… ahhh… uuuff… adduhh… enaknyaaa… aaookhhh…” Novi merintih dan mengerang. Trisno melihat isi dengan gerakan tidak bisa dilakukan seperti itu yang membuat Novi kelojotan dan bergetar seluruh persendian badannya. Baru tahu dia, pikirku tersenyum dan rupanya bangkit menjadi terangsang.

Kulihat cermin saat itu terbelalak ketika melihat keluar dari ruangan Anda secara otomatis. Batang dan kepala kemaluannya memerah dalam cengkeraman tangan Novi. Batangnya makin lama makin mengeras, karena Novi makin lama dia tidak dapat mengcengkeram diameter batang kemaluan itu.

Langkah-langkah yang lebih menarik dan melakukan gerakan memutar atau seperti memelintir batang itu. Ternyata hanya berlaku sepeluh menit di dalam adukan batang kemaluanku yang mengamuk di dalam liang kemaluannya hingga dia melenguh dalam rintihan, “Aahhh… aakkhhh… ooohhhh gueee keluaarr…” badannya bergetar hebat dan matanya terpejam dan mulutnya terbuka menganga lebar.

Trisno terpaku terhadap Novi yang ejakulasi dengan badan yang bergetar dan akhirnya Trisno rupanya tidak tahan melihat keadaan yang ada di hadapannya dan yang juga terjadi pada batang kemaluannya. Sekali matanya membelalak dan kemudian terpejam, “Aahhkk aaahhh… ahhkkk…” keluar udara maninya di dalam genggaman tangan Novi. Air mani itu meleleh di jari-jari Novi. “Ha .. haa haa …” aku tersenyum penuh kemenangan.

Kalah lama dia karena aku sendiri belum apa-apa saat ini. Setelah Novi mengelap buang dengan tisu basah, kutarik dia untuk gantian duduk di atas pangkuanku. Dengan memposisikan diri ke dalam liang kemaluannya dan gantian dia yang bekerja dengan gerakan memutarkan pinggulnya dan gerakan memaju-mundurkan bokongnya dan kadang-kadang kurasa liang kemaluannya berdenyut-denyut seperti menghisap batang kemaluanku.Rupanya dia ingin membuatku keluar dan juga udara maniku.

Lebih dari sedikit menitan dia membuat batang kemaluanku kerja keras. Kulihat dia juga sudah mau keluar lagi mengerang.Dia, “Aahhkk … akhh ahhh gue mauuu keluaarrr … lagii … samaa-samaaa kamuuuu keluarrrof … yaaa …” erang Novi.“Aahhh yyaaa barenggg Nov… guee juga ampirrrr… keluarr… aahhkk aakkhh… yaakkk keluuaaarr… ahkkk akhh…” erang Novi dan aku bersamaan, “Aahhh… giilaa….eenaakk… puasss gueee, ”rintih Novi.Keluar sudah dan tuntas birahi yang menghimpit dan menggunung di dada ini.Ada barangkali lima semprotan air maniku keluar membasahi seluruh rongga dalam liang kemaluannya sampai saat kulepas batang ini.

Puas sekali. Setelah berbenah diri, mencuci dan membersihkan bekas-bekas yang ada dan ternyata kami telah menggunakan ruangan itu selama tiga jam dan habis total cuma Rp. 375.000 untuk semua, siiplah.

Cerita Sex Natal, Cerita Seks Panas, Cerita Bokep Seks, Cerita Seks Panas, Cerita Ngentot, Cerita Seks Bergambar, Cerita Panas, Cerita Mesum.

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *