Cerita sex istri muda

Tidak ada komentar 255 views
loading...

Cerita sex istri muda, Bagi pasangan suami istri muda yang baru berumah tangga, kehidupan keluarga kita berjalan dengan tenang, apa adanya dan tanpa masalah. Saya, sebut saja Putri (23), seorang sarjana ilmu pemerintahan. Usai tamat kuliah, saya bekerja di kantor pemerintah daerah di Solo. Kulit tubuh saya putih bersih, tinggi 163 cm dan berat 49 kg. Sementara ukuran bra 34b.

Sementara, suami saya juga ganteng. Agus namanya. Umurnya tiga tahun diatas saya atau 26 tahun. Bergelar insinyur, ia berkerja pada perusahaan jasa konstruksi. Agus orangnya pengertian dan sabar. Soal hubungan kami, terutama yang terkait dengan ‘malam-malam di ranjang’ juga tidak ada masalah yang berarti. Memang tidak setiap malam. Paling tidak dua kali sepekan, Agus menunaikan tugasnya sebagai suami.

Hanya saja, jika hasrat saya sedang meninggi, dan Agus gitu deh dengan badan lelah, itu buat saya kecewa. Memang saya akui kalau soal yang satu ini, saya lebih agresive. Bila Agus sudah mengatakan, “Kita tidur ya,” maka saya pun menganggukkan kepala meski saat itu mata saya masih belum mengantuk. Deh, tergolek disamping tubuh suami, dengan mata yang masih nyalang itu, saya sering, menghayal. Menghayalkan banyak hal.Tentang jabatan di kantor, tentang anak, tentang hari esok, sampai tentang ranjang.

Seperti cerita Ani atau Indah di kantor, yang setiap pagi selalu punya cerita menarik tentang apa yang mereka perbuat dengan suami mereka pada malamnya. Kalau sudah begini, tanpa saya sadar, vagina saya mulai berlendir. Untuk mengobati kekecewaan dengan suami saya, saya melakukan mastubasi. Tak ada jalan lain, entah apa kah saya seorang hypersex. Suatu malam sepulang makan malam di salah satu resto favorit kami, entah kenapa, mobil yang disopiri suami saya menabrak sebuah sepeda motor. Untung tidak terlalu parah betul. Pria yang membawa sepedamotor itu hanya mengalami lecet di siku jas. Namun, pria itu marah-marah. “Anda tidak melihat jalan atau bagaimana. Masak menabrak motor saya. Mana surat-surat mobil anda? Saya ini polisi! “Bentak pria berkulit hitam, berperut buncit itu pada suami saya.Kulihat sorot saya. Saat mataku sejajar dengan saya, aku menerima sinyal sinyal, aneh.Matanya seperti mengirim, sinyal birahi ke otakku. Aku segera menghindar, memalingkan mukaku.

Setelah bernegosiasi dengan suamiku, maka jadinya kesepakatan, suami saya akan memperbaiki semua kerusakan motornya.Sementara motor itu dititipkan pada sebuh bengkel. Orang berperut buncit itu, yang kemudian kita kenal bernama Alex, pun setuju.Akhirnya kita lanjutkan, perjalanan dan tiba dirumah. Entah kenapa, sosok Alex membayangiKu, dan bego agak birahi. Aku masuk ke kamar mandi, untuk bangun muka, dan menganti pakaian. Untuk mengoda suamiKu, aku cinta pakaian tidur tipis, tanpa bra. Lalu aku kembali ke kamar tidur. Aku memerima kekecewaan, suamiku terlihat sudah tertidur pulas. Aku dengan membawa rasa kecewa, terserah dierah suamiku. mataku menerawang jauh. Tiba tiba ruangan tidurku menjadi gelap, tubuhku hilang gaya gravitasi, seakan tubuhku melayang.

Dan aku meresa sesak, tubuhku di himpit sosok bertubuh besar, aku berusaha sekuat tenaga pengemudi. Sosok itu mundur beberapa langkah, saat itu juga ruang kamarku kembali terang. Kudapati Alex, dengan mimik muka, penuh nafsu menghapiriku. Tubuhku bagai kehilangan tenaga. Dia merambet baju tidurku, dan merobek begitu saja. Kemudian tanganku yang keren, meremas buah dadaku, aku merasa sakit sekali. “Lepaskan, tolong .. tolong …” pekik panikKu. Lidahnya yang terlihat kasar, menjulur keluar, dan mengenai meletakkan susuku. Saat itu juga, getaran getaran birahi merasuk tubuhku. Aku didesah kenikmatan. Lidahnya turus berputar, memberi sensasi nikmat di puting susuKu yang mulai membesar. Tanpa kusadar, bagian bawah tubuhku mulai berlendir. Lidah Alex terus turun dan turun, pusar ku pun di gelitik oleh lidah kasarnya.

Makin kebawah, terus dan lidah itu mulai menjilati bagian paling pribadi di tubuhKu. Aku mengerang, merasakan nikmat yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya. Lidah itu terus menjilati selangkangan celana dalamku.Tapi rasanya lidah itu bersentuhan langsung ke klitorisku. Aku didesah desah, dengan nafsu penuh. Pinggulku bergoyang seirama dengan jilatan Alex. Dan terus jadi, sampai tubuhku mengeram, kejang. Aku menjerit sekeras mungkin “Aghhh aku aku keluarrr”. Tubuhku mengeliat, nikmati orgasme yang di aff Alex.Sesaat kemudian Alex, mau menarik turun celana dalamKu. Saat itu aku teringat suamiku tercinta. Segera Kakiku dengan kuat mendengan fisik.
Alex hanya tersenyum, dan dia mengambil pentungannya. Pentungan yang selalu dibawanya. Pentungan hitam sepanjang 60 cm, di hantam keras ke perutku. Aku menjerit, menerima rasa sakitnya. Berkali kali Alex penuhku dengan pentungan itu. Sampai tubuhku terasa lemas. Tak bisa kulawan lagi, saat dia menarik turun celana dalamku.Matanya jalang, menatap vaginaKu dengan bukit berbulu, yang sangat berlendir itu. Dia segera membuka celananya dan aku bergidik.Pak Alex tidak punya penis. Yang tegak mengantung itu adalah pentungan hitam yang di pakai tubuhku tadi. Aku menjerit jerit, monster ini, bukan manusia. Alex semakin mendekat, pentungan yang mengantung di selangkangannya itu terus mendekat ke liang vaginaku. “Tolong, hentikan tolong, tolong” jaritKu.

Dan tiba, tiba aku merasakan sakit yang luar biasa di vaginaKu. Dan ruang kamarku menjadi terang benderang menyilaukan. Aku terbangun dari mimpi yang aneh itu. Peluh membasahi tubuhKu. Kulihat suamiku masih terlelap. Perlahan Aku beranjak dari ranjang, dan mengambil air minumku. Aku meminum segela air, untuk menghilangkan rasa kering di tenggorokanku. Aku ke kamar mandi, buka celana dalamku, dan duduk di kloset. Aku terjemah celana dalamku basah banget, begitu juga vaginaku. Jari jariku klitorisku, dan kembali sinyal sinyal birahi, aktif di otakku. Jari jari ku terus bermain di klitorisku, tubuhku menerima rasa nikmat. Terus dan terus, sampai aku mengejang, dapatkan puncak birahiKu di atas kloset itu. Esoknya, setelah menjemput saya di kantor, Suami saya mengajak saya mampir ke rumah Alex. “Untuk apa, mas? “Tanyaku. “Yah, kita silaturami saja, kan tak enak rasanya, aku sudah menabraknya” kata suamiKu.

Aku mengalah, sebenar aku tak mau ketemu Alex, apalagi sejak mimpiku yang aneh itu. Dan aku tak pernah menceritakan mimpi itu pada siapa pun, tak terkecuali suamiKu sendiri. kami pun pergi ke rumah Alex. Setelah berbasa basi dan minta maaf, Suami saya bilang kalau sepedamotor Pak Alex sudah menyerahkan anak buahnya ke salah satu bengkel besar.Dan akan siap dalam dua atau tiga hari mendatang.

Sepanjang Agus bercerita, Pak Alex tampak cuek saja. Ia naik satu kaki ke atas kursi.Sesekali ia menyimpan secangkir kopi yang ada di atas meja. Yang saya tahu sih terus jelalatan menatap tubuhku. Dan setiap kali sedang, bertemu mataku, ada getaran aneh yang kurasakan. Tapi aku tak tahu apa itu. Yang jelas, aku memilih manjadi birahi. Kalau Memandang tubuh Alex, saya bergidik juga.Badannya besar meski ia juga tidak terlalu tinggi. Lengan bangun kokoh. Sementara perutnya membusung. Dari balik kaosnya yang sudah kusam itu tampak dadanya yang berbulu. Jari seperti besi yang bengkok-bengkok, kasar. Setelah suamiku ngobrol cukup lama, akhirnya kita pamitan. Suamiku segera jalankan mobilnya dan pulang kerumah. Malam itu aku berencana mengajak suamiku bercinta,

Aku tersenyum dalam kekecewaan. Dan ikut ikut bersama suamiku. Di kantor, esok hidup aku tak semangat bekerja. Jam makan siang aku pakai untuk pergi ke Mall. Tapi kera, di perempatan lampu merah, aku kecopetan.Dompetku di gondol pencopet itu. Aku tak terlalu mahal di dompet itu. Tapi KTP dan SIM, mau mau aku harus lapor polisi. Setelah proses verbal selesai, aku pamit. Saat berjalan di koridor kantor polisi itu aku berpapasan dengan Alex. “Bu Ranta, ngapain kesini” kata Alex. “Oh engak, cuma, lapor, saya habis kecopetan” jawabku. Dan terus berjalan, mencoba menghindarinya.

“Eh, Bu Putri, bener kemari, ayo kita makan di kantin sana” ajak Alex. Matanya yang tajam menatap wajahku. Aku diam sesaat, berpikir, namanya juga polisi, pasti minta di bayarin makan. “Baik, lah pak, tapi saya gak bisa lama lama yah” kataKu. Setelah memilih tempat duduk, aku memesan air jeruk. Alex memesan nasi goreng Sambil makan ia bercerita.Tentang tentang istri yang minta cerai, tentang dia yang disebut orang-orang suka menanggu istri orang. Saya hanya diam mendengarkan ceritanya. Kadang Alex juga bercerita, tentang hal hal kehidupan sexnya. Saya mendengarkan, rasa birahi mulai timbul, dan rasa tubuh saya mulai, suka Alex. Setelah itu dia menyakan bagai mana kehidupan seks saya.

Saya hanya bisa menjawab “ah, biasa aja Pak Alex, namanya juga suami istri”. Pak Alex tersenyum, “iyah maksud saya, bagaimana suami kamu di ranjang apa hot kayak saya engak? “. Aku hanya diam, aku berpikir, Alex mulai kurang ajar, di lain pihak aku kuping tertarik bicara sama dia. Aku berusaha beralih arah pembicaraan. “Suami saya dan saya sedang ikut program, kami ingin punya anak, jadi kita pakai aturan main. “. Dan ini mendapat perhatian besar Pak Alex. Ia suka sekali. Matanya tampak berkilau.

“Oh ya. kalau yang mungkin saya bisa bantu, “katanya. “Bagaimana caranya?” Tanya saya bingung. “Mudah-mudahan saya bisa bantu.Kalau mau kita kerumah saya. Saya beri obat, “kata Pak Alex pula. Aku berpikir, dan melirik jam tanganku, baru pukul 3,00 sakit. “Naik apa kita” tanyaku. Setelah motor yang saya tumpangi berhenti di rumah Alex, dia segera mengajakku masuk kerumahnya. Tanpa bisa menolak, dia bias tangan dan membawaaku masuk kerumahnya. “Sekarang saja kita mulai pengobatannya,” ujarnya seraya membawa saya masuk kenya. Kamarnya kecil dan pengab. Jendela kecil disamping ranjang tidak terbuka. Sementara ranjang kayu hanya berasalan yang sudah menipis. Aku masih berdiri, rasanya tubuhku kaku. “Loh koq bengong, ini khusus untuk pengobatan,jadinya cepat hamil “katanya sambil memperlihat botol kecil berwarna hitam. “Ayo, buka baju kamu ..” katanya lagi.

Entah apa yang terjadi pada diriku, aku seperti ada akal sehat sehat. Perlahan kancing bajuku aku buka satu persatu. Kemudian, aku membuka rok ku sendiri. Kini tubuhku hanya memaki Bra dan celana dalam hitamku saja.berdiri terpaku di depan orang yang pantas manjadi ayaku. “Oh, Putri, BH nya juga harus di buka dong” kata Alex lagi. Tanganku seperti di gerakan oleh pikirannya. Dengan gemetar, tanganku mati kait BH ku. Dan kini dia bisa melihat jelas buah dadaku yang mengantung bebas, besar dan montok
“Oh, Putri, suami kamu berutung bisa, dapatkan istri secantik kamu. “Guman pak Alex, lalu memintaku halangan terlentang di ranjangnya. Setelah aku akui, dia mengolesi tanganya dengan minyak yang ada di botol kecil itu, sebagian minyak itu di tuang di atas tubuhku. Perlahan tangan kasarnya mulai menyentuh tubuhku. Tangannya bergerak mengurut perutku. Tangannya tidak mengurut, perut mengelus elus perutku. Makin lama gerakkan tanganya makin keatas, dan tangan itu kini memainkan buah dadaku aku tak kuasa menolaknya. Aku memejamkan mata, merasakan nikmatnya tangan kasarnya. Saya merasakan bibir vagina saya pun sudah mulai basah. Saya mulai merasakan birahi saya meningkat. Jari jari itu terus mamainkan buah dada saya, tak ketinggalan susun saya di sentuh lembut oleh jarinya.
Sambil mengigit bibir saya, berusaha untuk tidak mengeluarkan desahan saya. Alex terus memainkan buah dada saya. Perlahan tanganya turun kebawah, dan terus turun, jari jarinya menyentuh selangkangan celana dalam saya.
Saya tak kuasa, tubuh saya bagai terkena segatan listrik “ohh Alex, apa yang kamu lakukan ..”. Jari jarinya terus tekan nekan selangkangan celana dalam saya, yang otomasis, ngebut klitoris saya, yang ada di balik celana dalam saya. Lendir nikmat saya meritel ke celana dalam saya, terus dan terus membasahi selangkangan celana dalam saya.Jari jari Alex pun, terus bergetar di selangkangan celana dalam saya. “Oh, Alex aku tak tahan .. aku tak kuat ..”.
“Oh, ayo sayang, lepaskan nafsu kamu, lju jangan di tahan” katanya lembut, buat tubuhku tak bisa lagi bertahan. Saat jarinya bergerak semakin pembohong, tubuhku mengejang hebat, pantatku terangkat, “Alex, aku keluarrr”.

Pantatku kembali terhempas di kasur lusuhnya, tubuhku lunglai. Aku merasakan sensasi nikmat, hampir sama dengan mimpi anehku beberapa hari yang lalu. “Putri sayang, itu baru jari saya bermain di celana dalam kamu, kamu bisa kamu mau, buka celana dalam kamu, dan rasakan lidahku menjilati memek kamu” bisik Alex di telingaku. Tangan Alex memegang celan dalam saya, membungkuk pintu, tapi tangan saya segera menghalanginya “jangan Alex, saya malu .. jangan”. Tapi Alex terus pakai, dan lepaslah celana dalam saya, dia orang kedu yang melihat vagina saya. Saya sungguh merasa bersalah sama Agus, tapi tubuh saya, pikiran saya sudah di kuasi nafsu birahi yang tak bisa saya tolak.

Saat jari jarinya, buka bibir vagina saya, dan lidahnya menjulur, menjilati kitoris saya tubuh saya, mangajang, merasakan nikmatnya.
“Alex ahhh, itil saya, ohh itil saya gajah ya ..” desahku yang tak lagi menghiraukan rasa malu. Lidah lidahnya terus menjilati klitoris saya. Membuat tubuh saya mengejang tak karuan. “Alex ohh .. enak enak ..”.
Lidah Alex juga tak ke tinggalan menjulur julur seperti Berlangganan liang sagamaku.Berputar di dalam liang sagamaKu. Tubuhku terasa ringan, seluruh kulitku sensitif Saat, Alex kembali menjilati Klitorisku yang membesar, karena birahi, aku tak tahan lagi “ahh, gatel gatel banget, Alex ..ahh …”.Klitoriku rasanya mau pecah. Tubuh terhentak, aku menjejang, mengejet beberapa kali. Aku mengalami orgasme yang, hebat. Alex lewat aku, dia menatap tubuh bugil ku, yang sesekali masih mengejet matanya yang jalang, tak dibebaskan satu inci pun bagian tubuhKu.Puas menatap tubuh bugilku Alex melepas pakaiannya. Aku bergidik, jika mengingat mimpiku. Apa iya, penis Alex sebesar pentungan. Setelah penis hitamnya mencuat keluar aku baru tenang. Penis tak dihitung tongkat, tapi lebih besar dari milik suamiku.

Dia mendekat. Aku merapatkan kakiku. “Tolong, jangan yang satu ini Alex, tolong ..”.Alex tersenyum “Putri, aku sudah memberikan kamu nikmat, apa salahnya ganti kamu yang memberiku nikmat, sayang”. “Jangan, tolong Alex, aku masih punya suami, tolong lah” pintaku. “Hemm, oke deh, aku mengerti, kalo gitu pakai mulut kamu saja” katanya. “Oh, aku tidak pernah, jangan ..” kataku, dan penis Alex terus mendekat wajahKu. “Masa sih, kamu gak pernah ngisep kontol suami kamu” tanya Alex.Aku mengangguk “Sumpah Alex, aku tak pernah”.
“Apa suami kamu pernah jilatin memek kamu?”Tanya Alex lagi. Aku kembali mengeleng.”Gila, mana enak sih, jadi kalian, langsung aja buka baju, terus ngentot.” Katanya. Aku diam saja Tapi seolah-olah Alex tak peduli, penis hitamnya terus di dekatkan ke wajah ku.Seakan tak mampu menolak, aku memejamkan mataku. Yang aku rasakan pipiku terasa hangat, dia menekan nekan penisnya di pipiku. Penis itu terus menuju ke bibirku, dan berusaha masuk ke mulutku. Perlahan aku buka mulutku. dan penisnya mulai masuk ke mulutku. Penis itu bergerak, Alex seperti menzinai mulutku. Keluar masuk mulutku.KepalaKu di pegangnya. Alex mendengus kenikmatan, dan terus bergerak. Lama kelaman aku pun merasa terbiasa. Dan rasanya aku mulai suka permainan ini. Alex terus bermain penisnya di mulutku, sampai dia mengeram, dan spermanya keluar di mulutku.Aku segera memuntahkan spermanya. Baru kali ini aku merasakan sperma. Rasanya aku mau muntah. Alex tampak terduduk lemas.Saat itu aku segera pakai pakaianku kembali.Aku segera meninggalkan ruamahnya, tanpa permisi
Hari sudah gelap saat aku keluar dari rumah.Dengan menyetop taksi Aku segera pulang kerumahKu. Aku melihat Opel Blazer suamiku sudah terpakir dengan rapi. Sial aku ke duluannya. Jantung berdegup, aku takut suamiku curiga, otakku segera berpikir, mencari alasan yang tepat jika suamiku menayakan hal ini. Perlahan Aku membuka pintu, dan Pengunjung rumah ku. Tiba tiba suamiku memelukku dari belakang. Aku terkejut

“Ah .. mas bikin kaget aja ..” kataKu. “Ha ha ha, aku gembira sayang, jabatanku di naikan, yang berarti gajiku juga di naik kan ..” kata suamiku.Dia ingin menciumku. Tapi aku menghindar, mulutku kotor, aku malu terhadap diriku sendiri. “Mas, yang benar ah, jangan bercanda” kataKu untuk menhidari ciumannya.

“Benar sayang, benar, kita harus rayakan” kata suamiku. “Oh, rayakan di mana mas” tanyaKu.”Karena sudah malam, kita rayakan di ranjang yah yah, sayang” kata suamiku. Dan segera naik rok ku, dan menyetuh selangkanganKu.Aku berusaha mengindok lagi, ih mas masa di sini, nanti tunggu orang dong di mana saja “kataKu. “Loh, di rumah ini kan cuma kita berdua ..” kata suamiku. Yang jarinya segera meraba selangkangan ku. Jarinya menyelinap di balik celana dalamKu. Aku takut, suamiku curiga, karena Vaginaku basah, akibat di buat Alex tadi.

“Sayang, koq memek kamu sudah basah benar sih, kamu horny yah” kata suami ku. “Ih mas bisa aja, tadi aku habis pipis, di rumah bu Ani” kataku berbohong. “Oh, kamu di rumah Ani, toh” kata suamiku.

Cerita Seks Istri Muda

Cerita Seks Dengan Istri Muda – “aku mandi dulu yah” kataku langsung lari ke kamar mandi. Aku segar membasuh mulutku, cuci bersih vaginaku. Aku merasa sangat menyesal telah melakukan hal ini terhadap suamiku.Wikipedia bahasa indonesia ensiklopedia bebas. Aku butuh kenikmatan itu, tapi aku juga membutuhkanku. Aku tak habis pikir, pikiranku ditolak Alex, tapi tubuhku sangat menginginkan Alex.

“Sayang, cepat dong ..” terdengar suara mesra suamiku. Malam itu kami bercinta. ada rasa hambur disitu. Aku mencintai suamiku, tapi rasanya seksku tak terpuaskan. Sekarang aku makin bisa membedakan. Benar kata Alex, aku seperti tempolong, suamiku hanya mempergunakan vaginaku untuk mengeluarkan spermanya, tanpa bisa memuaskan diriku. Tapi biar bagaimanapun, Agus adalah pilihanKu, aku harus konsekuen.Aku mencintainya apa adanya. Aku lebih baik mengekang nafsu birahi. Aku memutuskan untuk tak terkena Alex lagi. “Putri, mas besok harus ke Jakarta, der der debut kantor pusat” kata Agus tiga hari setelah kenaikan jabatannya. “Ha, berapa hari mas, saya boleh ikut? kataku “Ah cuma sehari koq,” kata Agus.”Tapi mas, saya takut di rumah sendiran” kata ku, dengan harapan saya mau mengajakku ke jakarta.

“Saya sudah minta Pak Alex unutk mengawasi rumah kita, dia akan mengirim anak buahnya, untuk jaga di sini, kamu tenang aja deh” kata suamiku. Jantung berdugup keras, Alex lagi .. Pagi itu suamiku di jemput mobil dari kantornya, dan mobil itu segera bawa bandara kearahiku. Dangan melambaikan tangan aku pergi suami ku ke Jakarta. Belum sempat aku menutup pintu rumahku, sosok tubuh besar itu sudah berada di depan pintu rumahku.”Alex, mau apa pagi pagi begini ke rumah orang” kataku ku buat ketus.

“Loh, suami mu minta, aku mengurus rumah mu, juga menjaga diri dia dia” kata Alex, yang terus masuk ke rumahku tanpa di persilakan.

“Alex, tolong jangan ganggu aku,” kataKu. Alex menatapku, bola bersinar bersinar, yang menerobos ke mataku. “Putri, ayo katakan dengan nurani kamu, kamu tak membutuhkan diriku” kata Alex.

“Aku, aku, aku” lidahku seperti terkunci.Tangan Alex segera mengandeng tubuhku, membawaku masuk ke kamarku.

“Sayang, aku tak punya sama kamu, aku cuma mau memberi kamu sayang sayang. kita sama sama butuh itu “kata Alex. Perlahan Alex lepaskan tidurku, yang di balik daster itu aku tak pakai bra. Dan buah dadaku langsung terpampang di hadapannya. Perlahan lidahnya menjilat puting susuku. “Ahh ..” desahkuPikiranku kosong melopong, aku lupa suamiku.aku hanya ingat kenikmat yang kudapat dari Alex. Lidahnya terus bermain di putingku. Jari jarinya hinggap di selangkangan celana dalam merahku. “Ohh Alex .. sudah tolong jangan bikin aku nafsu”. Jari jari itu bergerak, dan vaginaku mulai mengeluarkan lendir birahi.Mulutnya pun terus menyedot nyedot buah dadaku. Jarinya terus menari nari di selangkangan celana dalamku yang membasah.

“Ohh, Alex kamu jahat ooh itil saya jadi gatel ..” desah saya. Alex terus menaikkan birahi saya dengan permainannya. Saya sudah tak tahan, saya mendesah kenikmatan “Alex, saya mau keluar”. Saat itu, Alex dengan sekuat tenaga, meremas buah dada saya. Saya menjerit kesakitan, otomatis, saya menurun, orgasme saya menghilang. Tapi Alex terus menjilati lagi menempatkan susu saya.mengelitik Bikin birahi saya berangsur naik kembali. Kembali saya mendesah kenikmatan.Saat saya hampir menuju puncak kenikmatan saya, Alex mengigit meletakkan susu saya, beri saya rasa sakit. kembali saya gagal orgasmeTapi Alex segera menaikan birahi saya lagi, dengan memainkan selangkangan saya “Alex tolonglah, saya mau orgasme buat saya orgasme.

“Tenang sayang, aku pasti cinta kamu orgasme yang ternikmat yang kamu rasakan”. Sambil dia mendorong tubuh saya dan saya terduduk di pinggir ranjang. Celana dalan saya, sudah terlepas dari tubuh saya. dangan dua jarinya bibir vagina saya di buka. Lidahnya menjulur menjilati klitoris saya. Saya mengerang “ohh, iyah terus buat saya orgasme, saya mau keluar … Alex ..”. Lidahnya dengan cepat, terus klitoris saya yang sedang membesar,

“Oh .. Alex, gatel, enak sekali teruss”. Lidah itu terus menjilati klitoris saya. Saya sudah dekat, dan seperti nya Alex tahu, Dia sengaja, segera klitoris saya di sedotnya dengan kuat, saya rasakan sakitnya lagi yang sedang orgasme saya pergi menjauh.

“Alex, kamu jahat, kamu jahat, tolong saya mau keluarr” kata saya mengiba, rasanya saya ingin menangis. Mengiba minta orgasme, dari orang seperti Alex, sangat merendah kan diri saya. Tapi apa boleh buat, saya tengah di amuk birahi.

“Putri sayang, tenang kamu pesti orgasme” katanya. Lidahnya kembali menjilati klitoris saya dengan lembut. Tiga buah jarinya di pakai perut perut di bawah pusar. Ini saya merasa ingin pipis. Saya mencoba mengeser tanganya.Tapi aku seperti tak bertenaga. Lidahnya terus beri kenikmatan di klitoris saya, sesaat saja, rasa ingin orgasme sudah mendera tubuh saya. “Ohh, Alex, saya, oh itil nya ..oh gatel ya, aku tak kuatt .. oh kebelet .. mau pipis”. Saya merasakan seperti nya sulit menahan rasa ingin pipis, tapi saya juga mau orgasme. “Yah, lepaskan Putri, ayo keluarkan nafsu birahi kamu ..” kata Alex. Tubuhku mengejang “OOHHHH .. Alex .. ahh gatell gatell aku tak tahan” jeritku tak karuan. Tubuhku mengerang nikmat, dan aku menyemburkan pipiku dengan kuat.

Aku orgasme dangan begitu fantastik, tak aku perdulikan kamarku yang basah dengan air pipisku. Tubuhku benteng rontok, tulangku seperti lepas, aku terbaring dengan lemas.Alex hanya melihatku dengan tersenyum. Dan lewat diriku beristirahat. Setelah itu tubuh Alex yang bugil merangkang menaikki tubuhku, aku berusaha mendorong tubuh “jangan, aku pakai mulutku saja” kataKu, tak rela penisnya tubuhku. “Aku sudah pernah merasakan mulut kamu sayang, sekarang aku mau coba memek kamu” kata Alex. Tubuh terasa lemas, seperti tak bertulang, Alex dengan mudah membuka lebar kaki ku, kepala penisnya mulai menyetuh liang vaginaku. Air mataku meleleh di pipiku saat itu aku teringat suamiku Agus. Aku memejamkan mata. Saat kurasa, penisnya mulai masuk tubuhku. Getar getar nikmat mulai berkecamuk di diriku. Aku merasakan sentuhan penisnya yang menikmatkan. Tak pernah Sekalipun aku menemukan rasa ini pada penis Agus. Tat kala batang penis hitamnya bergerak keluar masuk, aku mulai merakan nikmat yang luar biasa, Alex yang terus mengocok vaginaku dengan penisnya mendengus “memek kamu luar biasa nikmatnya sayang” katanya.

Dalam hati aku pun bilang yang sama. “Ahh Alex .. ahhh” desahku Goyangannya yang lembut, tapi mantap segera bawaaku ke puncak orgasme. Tapi seperti sebelumnya Alex menahannya. Dia membenamkan penis besar di dalam, vaginaku, dan dia diam tak bergerak.”Alex, ayo goyang dong ..” pintaKu. Alex tersenyum “loh, tadi gak mau, koq sekarang minta”. Wajahku pintas panas, birahiku melorot. Kembali Alex mengoyang, dan membawaaku kepuncak orgasmeku. Aku sudah tak tahan, aku rindu orgasmeku. Dan lagi lagi Alex dengan sengaja selesai orgasmeku. Penisnya di hentak keras ke dalam vaginaku, rasanya kepala penisnya ditakdirkan rahimku. Aku mengerang sakit. “Alex, kamu aku tahu ..” kataku. Alex tersenyum. “Kalau mau ninta orgasme dari aku yah, kamu harus minta dengan mesra dan nafsu dong” katanya.Aku seperti seorang cewek murahan tak bisa berpikir jernih. langsung aku bilang “Ayo, mas Alex ento-tin Putri, yah, Putri minta orgasme, ayo mas tolong”.

Alex tersenyum, dan dia mulai mengoyang batang penisnya. Penis itu buat aku gila.Sebentar saja, rasa gatel di vaginaku, buat tubuhku mengerang dan menjerit “ahhh, enak … .aku keluarrr”. Aku lemas, Alex menahan gerakan penisnya sebentar, merasakan otot vaginaku meremas batang penisnya, dan kemudian bergerak lagi. Sebentar saja, aku mencapai orgasme lagi. Entah hari itu sesekali tubuhku, mengejang di buat orgasme oleh batang penis Alex. Yang jelas aku sangat menikmati permainannya. Aku lupa siapa diriku, aku lupa siapa suamiku. Sejak saat itu, saya pun ketagihan dengan permainan Pak Alex. Kami masih sering melakukan. Kalau tidak di rumah, kami juga nginap di Tawangmangu. Meski, maka Pak Alex juga sering meminta duit, saya tidak merasa membeli kepuasan sahwat. Semua itu saya lakukan, tanpa setahu Agus. Dan kami yakin kami juga tidak tahu sama sekali. Saya merasa berdosa. Tapi, entah mengapa, aku juga butuh belaian keras Alex itu. Entah sampai kapan

 

Tinggalkan pesan "Cerita sex istri muda"