Doker cantik yang masih perawan

Tidak ada komentar 852 views
loading...

Lia adalah seorang dokter yang baru saja menyelesaikan pendidikannya. Sebagai seorang dokter baru,ia ditempatkan disalah satu daerah terpencil yang jauh dari kota. Keluarga dan kekasihnya merasa keberatan dan berusaha untuk menahannya.Tetapi apa boleh buat usaha mereka gagal lantaran keputusan instansi kedokteran sudah bulat dan tidak bisa dibatalkan.

Ketakutan keluarga Lia sangat besar dan sangat beralasan karena usia Lia yang masih muda. Pengalaman kerja yang belum ada serta pengetahuan tentang masyarakat desa yang terkenal dengan budaya yang primitive. Ditambah lagi sebentar lagi Lia dan kekasihnya akan menikah. Lia baru berusia 22 tahun tergolong muda sebagai seorang dokter.

 

Doker cantik yang masih perawan

Doker cantik yang masih perawan

Kemampuannya di kampus dan tingkat kecerdasan yang diatas rata rata,membuatnya lulus dalam waktu yang relative cepat.Lia memliki kekasih bernama Kevin salah satu pegawai di salah satu instansi pemerintah.Itulah sebabnya orang tua Lia merestui hubungan anaknya tersebut.Selama menjalin hubungan dengan Kevin,mereka hanya menghabiskan waktu dengan jalan jalan,makan ataupun nonton film di bioskop.

Akhirnya Lia berangkat menuju desa yang sudah ditentukan oleh instansi tempatnya bekerja. Dengan diantar oleh ayah dan Kevin akhirnya mereka sampai juga didaerah itu stelah perjalanan panjang selama seharian penuh.Dengan perasaan yang ga menentu ayah Lia dan Kevin terus menasehati dan berpesan untuk selalu waspada dan berhati hati dalam segala situasi.

Saat mulai bekerja,Lia dibantu oleh petuga kesehatan setempat. Dia diperkenalkan oleh pak Gunawan salah satu orang terpandang dan sangat kaya di desa tersebut.Pak Gunawan umurnya sekitar 60 tahun dan memiliki 2 orang istri.Di salah satu rumah pak Gunawan lah Lia tinggal.Pak Gunawan juga meminjamkan sepeda motor untuk membantu Lia
menjalankan tugasnya.Tak jarang juga langsung diantarkan oleh pk Gunawan jika Lia harus pergi ke desa sebelah.Kondisi desa yang sangat memprihatinkan dengan jalanan berbatu dan keterbatasan penerangan sering membuat Lia putus asa kalau harus pulang dimalam hari.

Akibat sering diantar pak Gunawan akhirnya ada perasaan lebih yang diinginkan pak Gunawan.Bahkan saat sedang berboncengan tak jarang dada Lia yang besar dan montok itu menempel ke punggung pak Gunawan.Itu yang membuat pak Gunawan makin mencoba terus menemani Lia pergi saat bertugas.Sedangkan Lia sendiri sangat bergantung pada pak Gunawan karena tan Pak Gunawan Lia seolah tak bias beruat apa apa saat bertugas. Suatu hari saat pulang bertugas hujan turun dengan derasnya dan pak Gunawan memacu motor lebih cepat dari biasanya menuju kediaman Lia.

Karena jalanan berbatu dan licin akhirnya memaksa Lia berpegangan pada pinggang pak Gunawan.Dada Lia otomatis menempel pada punggung pak Gunawan yan kemudian menimbulkan rasa hangat ditubuh pak Gunawan. Setelah sampe dirumah segeralah Lia mengganti bajunya yang basah dengan setelan handuk kimono.Sedangkan pak Gunawan dipinjami handuk untuk mengganti bajunya yg juga basah. Saat Lia berganti baju,diam diam pak Gunawan mengintip dari celah pintu yang sedikit terbuka.Mata pak Gunawan terbelalak , dia menelan ludahnya saat mendapati pemandangan tubuh Lia yang saat menggoda.

Tubuhnya yang seksi dengan keindahan di sekitar payudaranya serta bulu bulu halus yang tumbuh dibagian kemaluannya memaksa pak Gunawan tak berkedip.Kemudian pak Gunawan kembali ke ruang tengah dan tak beberapa lama Lia datang dengan secangkir teh ditangannya.

“Hujanya deras sekali ya pak???

“iya nih bu dokter …..” jawab pak Gunawan.

“bapak nginep disini saja kalo hujannya tidak juga reda” kata Lia..

“tidak bu dokter…nanti saya pulang kalo hujan sudah reda..” jawab pak Gunawan.

“oh iya…silahkan pak diminum tehnya selagi masih hangat, nanti keburu dingin malah ga enak..”kata Lia.

Jam menunjukkan pukul 22.00 dimana sudah sangat sepi didesa itu,dan hujan juga tak kunjung reda.Akhirnya pak Gunawan memutuskan untuk menginap.Sambil menemani pak Gunawan,Lia bercerita panjang lebar termasuk menceritakan tentang hubungan dengan kekasihnya.Pak Gunawan mendengarkan denga serius sambil sesekali mengalihkan pandangannya ke dada Lia.

Rasa ngantuk seolah hilang seiring dengan obrolan mereka yang terus berlanjut. Pak Gunawan terus mendengarkan cerita Lia,dan tanpa disadari mereka sekarang sudah duduk bersebelahan.Karena saat itu hujan terus bturun dan udara dingin mulai menusuk ke tulnang,pak Gunawan mecoba mengambil kesempatan.

“Dingin ya bu dokter…???” Tanya pak Gunawan..

“Iya pak…”jawab Lia.

“Mari bu saya hangatkan tangan ibu…” pak Gunawan mengambil tang Lia untuk diusap usap dengan tangannya.

Lia membiarkan tangannya diusap usap pak Gunawan dan benar saja ada rasa hangat yang ia rasakan.Pak Gunawan lalu memeluk bahu Lia untuk lebih memberi rasa hangat pada Lia sambil sesekali meniupkan udara dibalik telinga dan tengkuknya yang merupakan daerah sensitive Lia.Kemudian Liapun menyandarkan kepanya di bahu Pak Gunawan.
Seolah karena terbawa suasana dan rasa nyaman yang dirasakan Lia,Liapun terlihat sangat menikmati sentuhan lembut pak Gunawan.Matanya sesekali terpajam dan mulutnya mengeluarkan desahan desahan kecil.

Kemudian Pak Gunawan mengangkat Lia dan menggendonya untuk dibawa ke kamar, lalu membaringkannya dikasur.

“Bu dokter sepertinya sangat lelah ya..?” tanya Pak Gunawan.

“Iya pak sejujurnya saya kelehan…”jawab Lia.

Pak Gunawan lalu keluar untuk memeriksa pintu dan menguncinya serta jendela yang masih terbuka dirumah itu.Setelah selesai,dia kemudian kembali kekamar da menguncinya dari dalam.Seolah dia sudah menahan libido yang terus naik ditengah suasana yang sangat mendukung.Lalu Pak Gunawan berjalan menghampiri Lia yang sedang duduk dipinngir ranjang.

“Kok dikunci pak kamarnya??” tanya Lia.
“Iya bu dokter supaya udara dinginnya tidak masuk ke kamar..” jawab Pak Gunawan.

“Masih dingin Bu..??” tanya pak Gunawan.

“iya pak masih..”jawab Lia sambil menganggguk.

“Bu dokter,bagaimana kalau saya pijitin agar ibu lebih enakan?” Tanya pak Gunawan.

“Silahkan pak kalau memang tidak merepotkan..” jawab Lia.

Lalu Lia duduk didepan pak Gunawan,Pak Gunawan mulai memainkan jari jarinya dengan lembut dari bagian atas dan perlahan lahan turun menyusuri seluruh bagian tubuh Lia.Pak Gunawan tau betul bagaimana membuat Lia terangsang,walaupun sesungguhnya Lia belum berpengalaman untuk urusan sex dan lelaki. Lia menutup matanya menikmati gerakan tangan pak Gunawan.

Dari dekat pak Gunawan dapat merasakan dan menikmati kemolekan kulit Lia. Beberapa saat lamanya pijitan pak Gunawan telah turun ke punggung dan diluar kesadaran Lia kimononya telah terbuka dari bahunya dan yang tertinggal hanya Bh yang menutupi payudaranya. Dan Bh bertuliskan 36C itupun terlepas berkat kepintaran tangan pak Gunawan. Masih pada posisi semula gerakan tangan pak Gunawan mulai meremas payudara Lia.

Lia menyadari hal itu dan mencoba menahan gerakan tangan Pak Gunawan.

“Sudah pak…..cukuppp, jangan diteruskan lagi pak…” sambil mengenakan kimononya lagi sedang bhnya telah terlepas dan jatuh ke lantai.

Pak Gunawan terkejut dan memandang mata Lia, ada nafsu yang tertahan, tetapi ia mulai memasang strategi baru, agar Lia kembali bisa dikuasai.

“Maaf bu.., kalau tadi saya lancang.” kata pak Gunawan.

Lia diam saja. Sedang saat itu pak Gunawan hanya selangkah lagi bisa mengusai Lia. Lalu pak Taba berjalan keluar dan ia tinggalkan Lia. Kemudian ia balik lagi kekamar itu, dan duduk disamping Lia, pakaian Lia saat itu acak-acakan.

“Apa bu dokter marah dengan saya..???” tanya pak Gunawan.

“tidak pak,Cuma saya selama pacaran belum pernah melakukan hal ini..” jawab Lia.

Dan pak Gunawan pun menganggukkan kepalanya. Hujan malam itu tetap deras dan udara dingin terus menusuk tulang, pak Gunawan tahu jika Lia khawatir karena ia masih perawan, namun keinginannya sudah mantab bahwa malam itu Lia harus bisa ia tiduri. Dalam perubahan sikap Lia saat itu, pak Gunawan kembali mecoba meraih tangan Lia dan menciumnya, Lia tetap diam membisu, lalu pak Gunawan memeluk Lia dan Liapun merelakannya tanpa ada penolakan , Rupanya Lia telah bangkit birahinya namun karena teringat akan statusnya maka ia coba menolak pak Gunawan.

Memang terlhat ada cincin tunangan melingkar di jari Lia tetapi pak Gunawan tetap tidak menghiraukannya. Dengan kepintarannya, Lia kembali larut dalam pelukan dan iringan nafsu yang di pancarkan laki-laki tua itu. Sekali gerakan tangannya maka terbukalah kimono Lia, hingga terbuka dan terlihatlah seluruh kulit tubuhnya yang mulus dan montok itu, tanpa bisa ditolak Lia.

Dengan dorongan nafsu pak Gunawan memilin dan membelai dada putih Lia hingga menimbulkan bekas memerah dan dengan giginya ia gigit putingnya. Kenikmatan telah menghampiri Lia dan membuatnya pasrah kepada pak Gunawan. Sebelah tangan pak Gunawan turun dan merogoh bagian kewanitaan Lia dan memasuki lobang yang ternyata telah basah. Lalu dibaringkannya tubuh Lia. Pak Gunawan sangat bernafsu sekali melihat belahan vagina Lia yang ditumbuhi oleh sedikit bulu halus.

Pak Gunawan pun lalu melepas seluruh pakainannya, hingga mereka sama-sama telanjang diatas ranjang itu. Penis Gunawan panjang dan besar serta berwarna coklat kehitaman telah berdiri tegak. Lia saat itu sudah tidak tahu apa-apa lagi. Pak Gunawan lalu membuka kedua kaki Lia dan mengarahkan penisnya kebelahan vagina Lia. Beberapa kali gagal, hingga dengan hati-hati ia angkat kaki Lia yang kebahunya, dan barulah ia bisa memasukan kepala penisnya dengan sedikit paksaan.

“Aduhhhhhhhhh…. pakkkkk..auuuuughhhhghhhhh… gggghhh… sakit pak…” jerit Lia.

Pak Gunawan lalu menarik penisnya kembali. Lalu diberinya air ludah pada bagian vaginnya agar memudahkan penisnya masuk kembali. Kemudian kembali memasukan penisnya. Dengan
hati2 ia dorong masuk dan..

*blesssssss…*

“Augghhhhhkkkkkk……Pakkk……Sakkkittt…….” jerit Lia..!!!

“Sebentar bu dokter perlahan lahan pasti sakitnya hilang….” jawab Pak Gunawan.

Dengan sekali hentakan maka seluruh penis pak Gunawan masuk dan ia goyangkan pinggulnya maju dan mundur. Lia mengigit bibir bawahnya menahan rasa nyeri dan sakit yang sangat saat penetrasi tadi.Pak Gunawan telah merobek selaput dara Lia, hingga kelihatan bercak darah di paha mulus Lia dan saat itu juga membasahi sprey yang kusut.

Tangan pak Gunawan terus memilin payudara Lia dan menahan pinggul Lia. Lebih kurang 15 menit ia dorongkan penisnya kedalam vagina Lia. Sedang Lia telah 3 kali orgasme, barulah ia keluarkan spermanya didalam vagina Lia.

Kemudian ia tetap diam diatas tubuh Lia. Terlihat ketika itu, tubuh putih mulus Lia berada dibawah tubuh pak Gunawan yang masih membelai dada dan menjilat bibir dan lidah Lia. Kedua tubuh manusia itu penuh keringat. Di sudut mata Lia ada air mata karena keperawanannya telah hilang bukan karena tunangannya tapi oleh laki-laki tua itu. Ia tidak bisa berbuat apa-apa karena telah terlanjur disetubuhi Pak Gunawan.

Hingga menjelang pagi pak Burhn kembali menyetubuhi Lia, hingga Lia merasakan kenikmatan yang luar biasa dan tahu tentang hubungan seks. Lia sudah tidak mengingat Kevin lagi karena sudah terbius oleh kenikmatan yang diberikan oleh pak Gunawan.

Sejak saat itu, hubungan mereka yang berbeda umur sangat jauh itu terus berjalan di rumah itu, kadang-kadang di gubuk milik pak Burha di tengah hutan desa tersebut. Lia merasa heran karena lelaki tua seperti pak Gunawan masih memiliki stamina yang bagus dalam berhubungan seks.

Tidak heran jika pak Gunawan memiliki 2 orang istri dan memiliki 6 orang anak yang semuanya sudah dewasa. Pak Gunawan bermaksud menjadikan Lia istri mudanya karena ia sangat bangga bisa menyetubuhi seorang Dokter cantik dari kota. Untuk itulah ia terus berusaha menyetubuhi Lia hingga bisa hamil oleh perbuatannya. Liapun sulit melepaskan diri dari pak Gunawan.

Ia sedang berpikir untuk menyudahi hubungannya dengan Kevin kekasihnya, karena ia tidak ingin mengecewakan Kevin karena keperawananya sudah direnggut orang lain

Tinggalkan pesan "Doker cantik yang masih perawan"